inspirasi.me

Blog Untuk Ibu: Kehamilan, Melahirkan dan Parenting

Menitipkan Anak Pada Tempat Penitipan Anak

Secara nurani, seorang ibu tentu tidak ingin buah hatinya menjauh. Lantas, baik atau burukkah menitipkan anak pada tempat penitipan anak?

Plus Minus Dan Tips Menitipkan Anak Pada Tempat Penitipan Anak

Menitipkan Anak Pada Tempat Penitipan Anak

Banyak orangtua yang merasa khawatir apabila menitipkan buah hati, terutama bila si buah hati masih berusia balita. Orangtua takut anak akan menjadi lebih dekat dengan pengasuhnya dibanding ibunya. Secara nurani, seorang ibu tentu tidak ingin buah hatinya menjauh. Lantas, baik atau burukkah menitipkan anak pada tempat penitipan anak ?

Meski bukan yang ideal seperti orangtua, daycare bisa jadi pilihan baik lain selain nenek/kakeknya karena dengan beberapa alasan yang sering disebutkan:

  1. Pengawasan dan pengasuhan oleh profesional (psikolog, perawat, dll) yang memahami tumbuh kembang anak
  2. Makanan terjamin, karena dengan tenaga profesional tadi sudah terstruktur pula pemenuhan nutrisi anak selama berada di lingkungan daycare
  3. Anak mendapatkan stimulasi atau rangsangan tumbuh kembang (kognitif, emosi dan psikomotorik)
  4. Anak belajar bersosialisasi dan kemandirian (seperti toilet training yang konsisten, bermain dengan teman yang sering, dan lain-lain)
  5. Minimum kontaminasi media televisi
  6. Stimulasi nilai-nilai positif: agama, karakter dll.(story telling, eksplorasi bermain, games, dll)

Beberapa hambatan orangtua untuk menitipkan daycare atau sering disebut kendala antara lain:

  1. Masalah kekhawatiran soal kesehatan, misalnya khawatir anak mudah tertular penyakit karena setiap hari berinteraksi dengan anak yang lain
  2. Masalah ketidaknyamanan dan kekhawatiran karena anak dititip dengan bukan keluarga sendiri
  3. Masalah finansial. Menitipkan anak di daycare membutuhkan pengeluaran lebih dan ini akan menguras keuangan, tidak hemat, baik untuk tranpsort antar jemput maupun biaya daycare itu sendiri

Alasan yang pertama, sebenarnya alasan yang tidak beralasan. Bakteri dan kuman itu ada di manapun. Ada pada tanah, ada pada pohon, ada di meja, kursi, ada pada tempat cuci piring.

Ini persis seperti orangtua yang khawatir anaknya sakit jika hujan-hujanan. Apakah air hujan itu yang menyebabkan anak sakit? Tanya dokter manapun, bukan hujan yang menyebabkan anak sakit tapi masalah kekebalan tubuh anak yang tengah lemah dan kebetulan hujan-hujanan itulah yang menyebabkan anak sakit. Jika hujan dapat menyebabkan sakit, pastilah semua orang yang kena hujan akan sakit! Tapi apakah semua orang yang kena hujan pasti sakit? Tidak bukan?

Kecuali benar-benar anak-anak lain itu memiliki penyakit menular yang berbahaya dan potensial untuk ditularkan, yang lainnya seharusnya tidak menjadi kekhawatiran, sebab jika anak kekebalan tubuhnya memang kuat, tidak mudah dia terserang penyakit bukan? Lagi pula tenaga profesional yang tadi disebutkan tidak mungkin tidak mengantisipasi soal hal ini.

Alasan kedua soal ketidaknyamanan adalah hal yang tak juga perlu dikhawatirkan. Sebab siapapun pada awalnya anak akan mengalami apa yang disebut “separation anxiety” kecemasan berpisah dengan orangtuanya. Tapi seiring dengan berjalan waktu, ketidaknyamanan anak ini sebenarnya yakinlah akan hilang. Persis seperti anak yang ditinggalkan bekerja pertama kali oleh orangtua yang nangis dan mungkin histeris. Tapi jika orangtua konsisten, nangis dan teriak anak ini tidaklah berlangsung seterusnya. Silahkan baca tulisan saya yang lain tentang “separation anxiety” ini.

Alasan ketiga soal hambatan finansial, ini yang serius. Jika ayah dan ibu bekerja memang demi anak-anak, lalu mengapakah lagi kita masih berpikiran soal hemat? Uang yang dihasilkan itu kan untuk anak juga, jadi wajar pula jika uang yang dihasilkan itu salah sebagiannya diinvestasikan untuk anak. Meski tetap  harus dikelola porsinya.

Plus Minus Penitipan Anak Dibanding Dengan Baby Sitter

Berikut poin plus minus menitipkan anak pada penitipan anak dibanding dengan menitipkan anak pad baby sitter :

Babysitter

Plus:

  • Orang tua dapat menyusun peraturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sang babysitter, sesuai dengan nilai yang ingin dikembangkan.
  • Anak bisa tetap bermain dan bergerak di ruang yang sama dan nyaman, yaitu rumah.
  • Anak mendapat perhatian khusus, karena satu babysitter hanya punya konsentrasi penuh pada satu anak saja.

Minus:

  • Anak akan tenggelam pada rutinitas yang sama.
  • Anak hanya akan berteman dengan babysitter-nya saja. Risiko anak “lengket” dengan babysitter besar.
  • Meskipun telah dilatih oleh yayasan, supervisi tidak dilakukan langsung oleh pengelola yayasan terhadap babysitter. Apabila yayasan hanya menjadi penyalur dan tidak memberikan pelatihan ketrampilan mengasuh dan merawat anak, maka standar layanan babysitter tidak terjamin.

Day care

Plus:

  • Para staf memiliki dasar pendidikan anak sekaligus ilmu kesehatan anak yang disupervisi langsung oleh pengelola tempat penitipan anak.
  • Program di tempat penitipan anak dirancang sesuai perkembangan bayi dan balita. Untuk si balita, lembaga penitipan anak akan menerapkan kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD).
  • Anak akan memiliki aktivitas dan alat bermain yang beragam serta ruang bermain (baik di dalam maupun diluar ruang) yang relatif lebih luas bila dibandingkan ruang mereka di rumah sendiri.
  • Perkembangan Keterampilan anak. Tempat penitipan anak yang berkualitas dapat mempengaruhi kemampuan belajar anak dan anak akan mendapatkan pengetahuan lebih banyak. Tempat penitipan anak dapat meningkatkan keterampilan matematika dan membaca pada usia yang sangat dini.
  • Anak akan berkenalan dengan suasana baru, orang baru dan bertemu/mengenal anak-anak seusianya. Ketrampilan anak untuk beradaptasi terasah sejak dini. Sebuah korelasi telah ditemukan antara efek penitipan anak pada perkembangan sosial anak. Kualitas lingkungan penitipan anak mampu memunculkan sifat ramah anak-anak.
  • Oleh karena staf yang bertugas mengurus dan merawat anak tidak hanya satu, maka anak tidak lengket dengan sang pengasuh.

Minus:

  • Anak berisiko lebih mudah tertular penyakit dari anak lain
  • Anak harus berbagi perhatian pengasuh dengan anak. Karena di tempat penitipan anak, pengasuh harus menangani beberapa anak
  • Orang tua harus menjemput anak sebelum tempat penitipan anak tutup. Day care pada umumnya tutup di sore hari, sesuai waktu pulang kantor ayah dan ibu
  • Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh North Carolina University, penitipan anak sama sekali tidak mengganggu hubungan antara ibu dan anak. Namun, penelitian yang sama juga menunjukkan ada efek negatif terhadap ikatan ibu dan anak jika anak terlalu lama menghabiskan waktu di tempat penitipan. Anak-anak disarankan berada di tempat penitipan paling lama 12 jam.

Saat ini, daycare atau taman penitipan anak (TPA) bisa jadi solusi bagi ibu sibuk. Apalagi bila Anda tidak terlalu percaya anak diurus babysitter. Banyak hal positif yang bisa didapat Anda dan buah hati dengan memanfaatkan daycare. Anak senang, mama pun tenang. Tapi, Anda juga harus cermat memilih daycare. Apa saja yang harus dipertimbangkan?

Cari Tahu Kelebihan dan Kekurangan Masing – masing Tempat Penitipan Anak

Jangan langsung memilih satu TPA tanpa ada perbandingan. Anda bisa bertanya pada teman-teman yang pernah memakai jasa daycare atau dapat mencari info lewat browsing internet.

Jangan hanya mencari tahu tentang kelebihannya, tapi selidiki juga kekurangannya. Setelah mendapat sedikit info, tak ada salahnya Anda mendatangi langsung. Dengan begitu, Anda bisa melihat sendiri apakah kabar miring yang sempat beredar benar atau tidak.

Pilih Yang Nyaman Bagi Si Kecil

Memang, biasanya daycare mahal, fasilitasnya lebih lengkap, dan memperkerjakan tenaga profesional. Plus, iming-iming anak bisa makin pintar. Tapi, hal ini juga bisa tergantung dari kenyamanan anak. Coba juga ajak anak ke tempat tersebut. Jika mereka cukup antusias mencoba fasilitas di sana, itu sudah menjadi ‘lampu hijau’ buatnya.

Perlu Anda ketahui, ada beberapa daycare yang membuat aturan denda. Jika terlambat menjemput anak, Anda bisa dikenai denda terlambat tiap beberapa menit atau jam.

Kenali Lewat Wawancara

Biasanya sebelum mempekerjakan pekerja di rumah atau di kantor, Anda akan melakukan wawancara. Tak ada salahnya Anda melakukan cara itu untuk mengetahui seperti apa orang-orang yang akan mengasuh anak.

Memang, tenaga profesional, seperti dokter atau psikolog, bisa membantu anak dalam berbagai hal. Pastinya, Anda akan merasa tenang jika anak terpantau dengan baik. Cari tahu juga apakah mereka juga stand by di tempat itu. Sehingga jika terjadi kondisi darurat, mereka ada di tempat.

Program Edukatif

Program daycare sangat variatif. Ini penting, mengingat anak mudah sekali bosan. Kalau kegiatan yang dilakukan monoton, bisa jadi anak jadi malas dan enggan dititipkan. Akan lebih baik jika daycare juga punya kegiatan edukatif. Misalnya, membuat mainan sendiri dari kaleng bekas, dan diajarkan mencintai lingkungan.

Hal positif yang mungkin terjadi, anak Anda bisa lebih mandiri, dan tidak gampang merengek. Di sana, mereka bisa bermain dengan teman dari berbagai usia dan mendapat pengawasan dari para pengajar. Stimulasi yang diberikan selama ini positif. Selain bermain, ada juga sesi mengasah kemampuan motorik halus, sehingga permainan lebih terarah untuk perkembangannya.

Day Care Menitipkan Anak Menitipkan Anak Pada Day Care Menitipkan Anak Pada Orang Lain Menitipkan Anak Pada Tempat Penitipan Anak Pertimbangan Menitipkan Anak Pada Orang Lain Plus Minus Menitipkan Anak Pada Day Care Plus Minus Menitipkan Anak Pada Tempat Penitipan Anak Tips Menitipkan Anak Pada Day Care Tips Menitipkan Anak Pada Orang Lain Tips Menitipkan Anak Pada Tempat Penitipan Anak
More from blog

Leave a Reply

Back to Top