Gusti Ora Sare

Suratnya sederhana, pesannya membahana “Do more than usual…..” Kejutkan lawanmu, dengan kebebasan pilihan karena kejernihan..

Read more

Gusti Ora Sare

Suratnya sederhana, pesannya membahana
“Do more than usual…..”
Kejutkan lawanmu, dengan kebebasan pilihan karena kejernihan jiwamu dan kematangan spiritualitasmu.

Suratnya teologis, walau ia bukan teolog sekolahan.
Bukan hanya karena ia menyebut “Gusti ora sare”,
namun karena ia menjalani hidup dalam iman kepada Tuhan yang ia yakini tiada pernah tertidur dalam “pembiaran” di permukaan…

Tuhan, adalah harapanku, katanya….
itu berarti: hidupku (dengan segala warna-warninya) aku olah dalam keberserahan pada Tuhan yang bekerja dalam kemahamisterianNya…
itu berarti: hidupku, adalah bukan hidup biasa-biasa, melainkan hidup yang aku letakkan dalam pemercayaan diri pada Tangan yang tak kelihatan, yang menguntai, merenda, menyulam benang-benang zaman dalam tenunan Illahinya

Hasil kain tenunan itu, tak ku lihat…
polanya, sekarang masih abstrak..
namun, Tuhan adalah harapanku,
itu sebab aku yakin hasil dan pola kain tenunanNya
pastilah tiada terkira indah dan bermaknanya
bagi hidupku, bagi bangsaku, bagi kemuliaan Tuhan di seluruh bumi, bahkan di seluruh semesta…

Suratnya, dibaca kekasihnya, dengan linangan air mata
tanda cinta anak manusia…
air mata yang menetes mewakili sembilu banyak saudara, apapun agama, etnis dan afiliasi politiknya
air mata yang menetes mewakili keberpihakan atas ketidakadilan yang dipenjarakan,
air mata yang menetes mewakili cinta
dan keagungan jiwa, yang cahayanya tak dapat diredam oleh belenggu dan tembok penjara.

Yogyakarta, 23 Mei 2017